Tuesday, March 3, 2009

Sunday's Activity

The other day is just a day. Senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu. They're just fine. So so. But not sunday, i love sunday
Same old lovely sunday. Saya adalah tipikal orang yang selalu mengalami rutinitas minggu yang menyenangkan, dimana orang-orang sekitar saya tentunya mengetahui aktifitas apa yang saya lakukan, dan dengan siapa.

Memang terkadang kita mengalami kejenuhan dengan rutinitas minggu itu, dan orang-orang memperhatikannya. Mereka menyadari, beberapa waktu ini saya memang sedang jenuh dengan rutinitas minggu. Beberapa orang menawarkan untuk membantu saya keluar dari kejenuhan itu. Rutinitas itu. The meeting friends, the mind-numbing commutes, the eating, the little office chit-chats, the wishing to be some place else, the thinking, the talking, and the socializing. In no particular order.
And of course, the falling in love.

Selama beberapa terakhir ini saya mencari-cari, apakah ada yang salah dengan rutinitas minggu saya, ataukah ada yang salah dengan saya. Minggu terakhir, saya mencoba untuk melakukan aktifias baru, dengan orang-orang BARU. Ternyata saya sadar, saya memang mengalami kejenuhan dengan rutinitas minggu yang sepertinya biasanya. Namun, faktor-faktor yang membuat saya jenuh adalah mungkin cara saya menghabiskannya. Dengan bagaimana, melakukan apa. Bukan dengan siapa, karena dibalik kejenuhan itu, sebenarnya saya selalu mencintai rutinitas minggu saya.

Maka saya mencari cara agar rutinitas ini menjadi lebih baik.

Orang-orang datang dan pergi untuk mengisi minggu saya agar minggu ini selalu terasa menyenangkan. Yang membuat saya tetap mencintai rutinitas ini adalah, diantara orang-orang baru, aktifitas baru, apapun yang baru, ada seseorang yang tetap tinggal dan menemani saya dalam rutinitas minggu ini. The meeting new friends, the new mind-numbing commutes, the eating new, the new little office chit-chats, the wishing to be some new place else, the new thinking, the new talking, and the socializing, they could be new.

But love? It's just the same, the same old love, with the same old person.

Saturday, January 24, 2009

Jarak Tak Berjarak

kita berlari, mengejar, berpindah, bergerak dalam gerakan yang konstan. kemudian kita menyadari bahwa kita kembali lagi. saya bersikukuh bahwa saya sudah berhasil melampaui batas lingkaran setan yang terus-menerus saya lalui. hahahahha. ternyata lintasan itu memang lingkaran setan. lingkaran yang berbentuk lingkaran namun tidak memiliki jarak. sudah dapat disimpulkan, kita tidak dapat bergeming. letih berlari, tapi terus berharap. we become paranoid. worrisome. but why we pursue when we know we'll eventually have it?
I know, being still is foreign to us.

saya mulai gila.
sebuah lingkaran tidak berjarak mulai membuat saya bahagia, because life happen in this stillness, in this circle. the moment of being still. momen-momen itu ikut berlari bersama saya, seperti ingin menempel pada punggung saya. awalnya berat, namun lama kelamaan saya mulai terbiasa. in this circle, in this stillness, we find what we looking for. we have to admit deep inside all we want is for everything to be still once that moment arrives. jadi mengapa harus terus berlari?

baiklah, saya akan berhenti berlari dalam lingkaran ini...........
baiklah.
hey, please. stop. bisakah ikut berhenti? jangan lari lagi, karena jika lari akan ada permusuhan, dan dalam permusuhan itulah ada jarak tak berjarak.

Thursday, January 15, 2009

The World of Lies.

rliving in a world of lies, suddenly i see the truth over there, hidden amongs things in life, when people said that for every good reason there is to lie, there is better reason to tell the truth.
saya mulai berpikir mungkin pada akhirnya orang-orang sudah tidak dapat membedakan lagi antara kejujuran dan kebohongan ketika mereka mulai berbohong pada dirinya sendiri dan mulai "terkesan" jujur pada orang lain, kenyataannya mereka sendiri enggan untuk memilah-milih, apakah jujur atau tidak. belakangan ini topik ini selalu mengganggu pikiran saya, karena adanya perasaan kecewa, bahwa saya tahu ada orang-orang yang memutuskan untuk berbohong tidak pada tempatnya. saya pikir memang segala sesuatu ada tempatnya, even for lies and truths.oh, tidak. saya mulai muak namun hati saya berkelit bahwa ada beberapa jenis orang yang lebih baik ketika ia berbohong dan sangat terlihat buruk ketika ia jujur.

pada akhirnya saya menyatakan bahwa jika tidak dapat menempatkan kebohongan dan kejujuran sesuai dengan kapasitasnya, lebih baik menyingkir dari hadapan saya.

Monday, December 15, 2008

" Yes is a Yes " is a NO

imagine life served straight up, what you see is what you get. yes is a yes and no is a no, there's only truth, not lies, even the white one.

hari itu, sepulang dari perjalanan malam, pandangan saya menerawang ke langit-langit kamar. satu kesimpulan yang tidak terbantah menyeruak ke permukaan bahwa saya harus mengakui pada diri saya sendiri bahwa : saya adalah seseorang yang bisa dikatakan ambigu.
maka, ketika dihadapkan pada sebuah percakapan, satu perbincangan, suatu kalimat dari mulut ini dapat menipu. dapat mengelabui. bukan dusta, hanya kejujuran yang ditutupi. saya tidak berbohong, hanya kadangkala, saya kerap berpikir bahwa kejujuran yang disampaikan secara gamblang dan kelewat transparan dapat menyakiti hati seseorang.

sedangkan, di sisi lain, ada orang-orang yang menyukai segala-sesuatunya yang disampaikan benar-benar secara harafiah. "kamu pengecut" tidak bisa diganti dengan "sayang, kamu hanya kurang berani.", dan ketika ada sesuatu yang kurang berkenan, ia akan menyuarakan dengan lantang. ketika ia kesal, ia akan berkata kesal. ketika ia marah, ia akan terlihat marah.

pada akhirnya, saya yang ambigu, ketika dihadapkan pada mereka yang seperti itu, akan terus tetap ambigu, dan mereka yang seperti itu, akan semakin kesal dan semakin marah karena melihat saya tidak bisa ditafsirkan seperti apa adanya. mereka mengeluh, saya terlalu rumit. mereka memarahi saya, mencaci-maki saya. emosi saya mulai terpancing. namun...
pembelaan saya hanyalah,

tidak ada salahnya dengan menjadi seorang yang ambigu.
keindahan surealisme dan sesuatu yang absurd tidak akan pernah lahir jika segala sesuatunya selalu terlihat seperti apa adanya.

Thursday, November 27, 2008

spinning time

time.
sebuah kata yang biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari namun patut untuk selalu diingat, dijadikan inspirasi, dijadikan sebagai bahan perenungan.
as cliche as it may sound, people need time for everything. things in life. Even for human, they need time to race, and the human race is faced with cruel choice: work or lazytime television. not that i'm judging the second choice.
glad i'm one of those people who often frustating works stuff, not frustating life without works or jobs.

and being grown up, i really think it takes soooo much time for me being grown up, not a childish one. but the spinning time giving me the thought of there's no point of being grown up if people can't be childish sometimes. fiuhhh, hehehehe.

time.
that quality of nature which keeps events from happening all at once. the opportunities, even for love stories.
lately, it doesn't seem to be working, hahahaha.

time. sebuah kata yang bisa dijadikan perenungan,
karena selalu ada makna dibalik "take your time".