my brother once told me wisely, that sometimes, a good separation came from a silent trigger. you can see the symptoms. constant changes, hidden distraction (you name it, brah!). we had our long conversation about something that keeps running on our head, about decision and conclusion of our own life.
i appreciate our beautiful mind. for what i agree, i believe, that, a grown-up relationship will need an innermost contemplation, a something that could arrange your present love, while probably solitude will arrange itself (i said probably). sooo........talking about mine?
he was looking at me sadly. he knew. "go on sis, tell me" he said.
see the thing is, i have this difficulties to explain on why i should see that, this is not a failure, no, but more like force majeure. as a grown up relationship trying to be, this may be the most massive struggle we've ever done to really make it works. the dangerous phase where actually everything is fun but vaguely not fine, all covered up in a perfect beautiful package. we're not a coin who has a different side that complete each other, we're the same side. you can see another version of me in him. totally. we reach at a point when i finally realized that this is the war. the war that we don't made, this is the tragicomedy story that we can't see clearly. once again, (i hate to say this) this relationship stays in purgatory (purgatory, brah, ring a bell of something? dante alighiery?hehehe)
so blame me, for being the trigger. i had to. i refuse to fall into the same hole. shit happens but we're no longer in the kindergarten where kermit from sesame street taught us a simple and honest message, please step aside. see the different between childhood and adulthood.
you were right my brother, i have to take the premature decision.
Sunday, February 14, 2010
Wednesday, February 3, 2010
curhat sebuah pena
Terima kasih sudah menjadikan saya sebuah pena yang siap menggambar secarik kertas kehidupan. Bergerilya dan berseluncur menorehkan tinta memang mengasyikkan, tapi terkadang saya tidak tahu bagaimana caranya untuk menghapus kesalahan-kesalahan yang seringkali saya buat. Hati saya terkadang sesak, ketika melihat tinta-tinta yang saya ciptakan mengembara entah kemana, berlari dari lintasan yang telah diciptakan oleh Dia. Sudah menjadi rahasia yang tidak lagi lagi menjadi rahasia, bahwa tangan halus itu hanya sesekali mendatangi saya. Sisanya kasar dan berjiwa eksperimental, tanpa perhitungan, pundak saya terbebani oleh akarnya yang menjalar liar, menancap di ujung tombak pena, meniup dan mengisi ulang tinta-tinta kebenaran dengan tinta yang entah terbuat dari apa. Tubuh saya berisi tinta oplosan. Kertas itu menjadi terkontaminasi, namun penuh warna. Terkadang menjadi indah, terkadang merusak sesuatu yang sudah seharusnya seperti itu adanya. Hati saya makin berdegup kencang, sudah cukup. Tintanya. Jangan tiup lagi. Nanti luber. Berantakan. Kertas kehidupan ini dikhawatirkan makin hancur hingga siap diremas dan dibuang ke tong sampah.
Tetapi.
Terima kasih kepada Dia yang telah menjadikan saya sebuah pena yang tidak sempurna. Memberikan saya kesempatan kedua berupa kertas kehidupan lainnya yang dapat saya beri warna. Suatu hari, akan saya usap air mata kekecewaan yang bercampur dengan kebahagiaan yang tidak kasat mata menetes di pipinya yang tidak berwujud: bahwa pena ini berantakan, namun sudah dewasa.
terinspirasi dari quote Mother Theresa:
"I am a little pencil in the hand of a writing God who is sending a love letter to the world. "
For you, God.
Tetapi.
Terima kasih kepada Dia yang telah menjadikan saya sebuah pena yang tidak sempurna. Memberikan saya kesempatan kedua berupa kertas kehidupan lainnya yang dapat saya beri warna. Suatu hari, akan saya usap air mata kekecewaan yang bercampur dengan kebahagiaan yang tidak kasat mata menetes di pipinya yang tidak berwujud: bahwa pena ini berantakan, namun sudah dewasa.
terinspirasi dari quote Mother Theresa:
"I am a little pencil in the hand of a writing God who is sending a love letter to the world. "
For you, God.
Thursday, January 28, 2010
For you slasher lover
saya memiliki teman baru.
seorang teman lama memperkenalkannya kepada saya. kulitnya pucat. saya kira dia belum makan, ternyata dia memang tidak memerlukannya. setelah lama berkenalan, barulah saya mengenal siapa dia sebenarnya. saya masih mau berteman dengannya kok.

nah ini dia teman saya.
karena dia malu-malu, saya akan menyuarakan isi hatinya:
dia berkata:
Silakan sakiti hati saya, saya tidak peduli. Silakan kuliti harga diri saya, saya tidak pernah merasa memiliki. Silakan penggal kepala saya, saya tidak membutuhkannya, silakan tusuk, cincang, rajam, potong-potong menjadi dadu kecil, sepertinya saya masih bisa bertahan.
saya adalah seorang zombie.


he is a decaying re-animated corpse turned into irresistible cuddly plush. Rip off an arm... he doesn't mind. Tear him in half.. he'll barely notice. Pull off his legs... ok now he's getting a bit annoyed. Steal his brain... now you've really done it. Keep your teddy bears under close guard tonight because undead plush have come back from hell to walk the earth. you can find him here
after we're having some long conversation, he confessed, even for zombie, they still have a heart in their devilish look.
seorang teman lama memperkenalkannya kepada saya. kulitnya pucat. saya kira dia belum makan, ternyata dia memang tidak memerlukannya. setelah lama berkenalan, barulah saya mengenal siapa dia sebenarnya. saya masih mau berteman dengannya kok.

nah ini dia teman saya.
karena dia malu-malu, saya akan menyuarakan isi hatinya:
dia berkata:
Silakan sakiti hati saya, saya tidak peduli. Silakan kuliti harga diri saya, saya tidak pernah merasa memiliki. Silakan penggal kepala saya, saya tidak membutuhkannya, silakan tusuk, cincang, rajam, potong-potong menjadi dadu kecil, sepertinya saya masih bisa bertahan.
saya adalah seorang zombie.


he is a decaying re-animated corpse turned into irresistible cuddly plush. Rip off an arm... he doesn't mind. Tear him in half.. he'll barely notice. Pull off his legs... ok now he's getting a bit annoyed. Steal his brain... now you've really done it. Keep your teddy bears under close guard tonight because undead plush have come back from hell to walk the earth. you can find him here
after we're having some long conversation, he confessed, even for zombie, they still have a heart in their devilish look.
Friday, January 22, 2010
Prophecy
Dia berusaha menghindari dan menyangkal apa yang telah dikatakan peramal sialan itu. dia berusaha untuk tidak menangis, tapi beberapa yg dikatakan oleh peramal itu memang benar kenyataannya. saya berusaha meyakinkan dia, itu semua hanya kebetulan. puhleeeze. . jangan percaya wanita gipsy itu. dia adalah makhluk yang tidak dapat diandalkan.saya ingin memeluknya kemudian mengguncang-guncang tubuhnya, get real! get real! tapi saya juga takut dia akan menghardik balik, "coming from you??"
maka ingatan saya kembali pada hari itu..

John Hogue.
dia adalah seorang paranormal modern yang memadukan bakat istimewanya melihat masa depan dengan ilmu geopolitik Norm Chormsky. ketika ia mengeluarkan ramalan bahwa kita akan mengalami (lagi) perang dunia, dimana perang yang dimaksud adalah perang antara mother nature dengan humanity. saya lantas memandang hal tersebut dengan pandangan skeptis, perlukah kita mendengar hal yang sudah pasti terjadi tersebut dari seorang paranormal sekelas john hogue? karena saya yakin kita tidak membutuhkan peramal untuk bisa memprediksikan hal-hal seperti itu.
enough for the intermezzo.
saya memang mencintai hal-hal yang bersifat magis, surreal, absurd, tapi akhir-akhir ini saya makin gemas dengan teman saya yang semakin gila akan ramalan ini. seakan-akan peramal adalah Tuhan yang langkah-langkah dan rencana-Nya terhadap seseorang bisa dipertanyakan. she'll lost her grace. come on dear, let's just more believe on analysis of modern society. mungkin saya tidak membuat kuping saya alergi dengan ramalan, tapi untuk mempercayai hal-hal yang berbau myth,distant futures, dan hal-hal yang menyangkut destiny, saya serahkan sepenuhnya pada satu perasaan yang saya sebut kepasrahan.
like i always said, just see the beauty of it all, the never knowing part.
maka ingatan saya kembali pada hari itu..

John Hogue.
dia adalah seorang paranormal modern yang memadukan bakat istimewanya melihat masa depan dengan ilmu geopolitik Norm Chormsky. ketika ia mengeluarkan ramalan bahwa kita akan mengalami (lagi) perang dunia, dimana perang yang dimaksud adalah perang antara mother nature dengan humanity. saya lantas memandang hal tersebut dengan pandangan skeptis, perlukah kita mendengar hal yang sudah pasti terjadi tersebut dari seorang paranormal sekelas john hogue? karena saya yakin kita tidak membutuhkan peramal untuk bisa memprediksikan hal-hal seperti itu.
enough for the intermezzo.
saya memang mencintai hal-hal yang bersifat magis, surreal, absurd, tapi akhir-akhir ini saya makin gemas dengan teman saya yang semakin gila akan ramalan ini. seakan-akan peramal adalah Tuhan yang langkah-langkah dan rencana-Nya terhadap seseorang bisa dipertanyakan. she'll lost her grace. come on dear, let's just more believe on analysis of modern society. mungkin saya tidak membuat kuping saya alergi dengan ramalan, tapi untuk mempercayai hal-hal yang berbau myth,distant futures, dan hal-hal yang menyangkut destiny, saya serahkan sepenuhnya pada satu perasaan yang saya sebut kepasrahan.
like i always said, just see the beauty of it all, the never knowing part.
Monday, January 11, 2010
I called this: Delusional Movement

kepala ini saya putar-putar, kemudian saya geleng-geleng. saya masih berpikir bahwa kepala ini bisa saya lepas, tapi itu terlalu mengerikan. tangan saya mengadah keatas, ibaratnya anak kecil yang sedang menampung air hujan dengan jemari kecil dan telapak tangan kecilnya.
saya mulai meloncat-loncat kesetanan. padahal saya sedang berada di lapangan sekolah lho. apalagi, saya sedang berada di tengah-tengah upacara pengibaran bendera. ketika lagu "Indonesia Raya" dikumandangkan, mereka yang sedang memberikan sikap hormat dengan topi dan tangan mereka yang bertengger di ujung alis mereka melihat saya dengan pandangan aneh dan terkesima. saya bersikukuh, beginilah sikap penghormatan versi saya. saya menjadi pusat perhatian. asiiik.
this melody synthesize me. saya tidak bisa menahannya.jika saya diam saja, saya akan merasa terpenjara. i can't stand this electric signals, my headphone is useless. this melody singing in a loudspeaker's mode on. mohon maaf bapak ibu guru sekalian. saya anak sekolah dasar yang terkena imbas revolusi manusia. ketika nanti saya berada di kelas bahasa, saya akan bertanya tentang michaelangelo, bukan bagaimana cara menempatkan diksi atau suku kata.i'm thinking about my visions, revisions, and a hundred of indecisions.
i don't think that they will sing to me, i don't care. i'm gonna sing this melody. i see this situation as an eternal struggle, a never ending song, a future history.
jangan ikut terbawa suasana, just bear with me.
Subscribe to:
Posts (Atom)