Saturday, January 24, 2009

Jarak Tak Berjarak

kita berlari, mengejar, berpindah, bergerak dalam gerakan yang konstan. kemudian kita menyadari bahwa kita kembali lagi. saya bersikukuh bahwa saya sudah berhasil melampaui batas lingkaran setan yang terus-menerus saya lalui. hahahahha. ternyata lintasan itu memang lingkaran setan. lingkaran yang berbentuk lingkaran namun tidak memiliki jarak. sudah dapat disimpulkan, kita tidak dapat bergeming. letih berlari, tapi terus berharap. we become paranoid. worrisome. but why we pursue when we know we'll eventually have it?
I know, being still is foreign to us.

saya mulai gila.
sebuah lingkaran tidak berjarak mulai membuat saya bahagia, because life happen in this stillness, in this circle. the moment of being still. momen-momen itu ikut berlari bersama saya, seperti ingin menempel pada punggung saya. awalnya berat, namun lama kelamaan saya mulai terbiasa. in this circle, in this stillness, we find what we looking for. we have to admit deep inside all we want is for everything to be still once that moment arrives. jadi mengapa harus terus berlari?

baiklah, saya akan berhenti berlari dalam lingkaran ini...........
baiklah.
hey, please. stop. bisakah ikut berhenti? jangan lari lagi, karena jika lari akan ada permusuhan, dan dalam permusuhan itulah ada jarak tak berjarak.

1 comment:

redbox said...

the moment of truth will reveal itself.

kadangkala kita hanya bisa menunggu semuanya siap.

gw sih percaya bahwa semuanya sudah disiapkan untuk kita. dan pada saatnya nanti kita siap, semuanya akan muncul satu per satu.

so, sabar, sabar, berusaha dan berdoa.

gampang diucapkeun tapi susaaaaaaah bgt dilakukan.