Thursday, November 13, 2008

smoking kills.

anggaplah sebuah guilty pleasure adalah sebuah rokok. rokok bagi mereka yang merokok adalah sebuah keharusan, dan kecenderungan untuk menjadi addicted sangatlah besar. saya memang tidak merokok. tetapi lingkungan saya yang berisikan perokok memungkinkan saya untuk mengerti bahwa merokok bagi perokok itu sangat sulit untuk dihentikan. dan anggaplah sebuah guilty pleasure adalah sebuah rokok, maka saya saat ini sedang menjadi perokok. perokok berat.

saya merokok suatu perkara, dimana saya sangat-sangat-sangat menikmati itu, namun saya sadar bahwa "itu salah". nothing beats the power of guilty pleasure, dimana semakin kita berlama-lama dengannya, semakin kita terikat dengannya

pada akhirnya teman saya mengingatkan:

" the plan of a better life might settled for future, but the act started now. stop smoking. smoking kills. and the future is, now."


I'm trying now.



unfortunately.........









I'm sorry, i'm trying not to stop. i'm dying here, so please will you just kill me?

2 comments:

the one that u said the only one brother you have said...

Sebagai seorang sahabat, aku wajib mengingatkan kamu sebelum semua terlambat.

Sebagai seorang apathis, aku tidak akan mengingatkan kamu lagi karena kanker paru-parumu sudah stadium 4, aorta dan vena jantungmu sudah bobrok, dan janinmu sudah membusuk dalam rahim yang keropos.

dan sebagai seorang kakak, aku akan mendampingimu di saat kamu mati.

Terserah kamu untuk mendengarkan yang mana, seharusnya mudah, toh telingamu cuma dua. Tapi berapa banyakpun telinga yang kamu punya, toh hatimu cuma satu.

atau, anggap saja kamu tidak punya telinga. dan kamu tidak perlu mendengar sama sekali.

senny said...

I stop smoking few months ago... It's hard and I can't deny the fact that I miss smoking much, esp when I'm so fed up but...

I decide to quit, I'll stay in my decission