Tuesday, July 20, 2010

day#6 : truth or dare

Suatu ketika kita memulai permainan itu. Truth or dare. Beberapa kali saya memilih dare, karena saya tahu, kamu ingin berusaha mengintip lapisan yang saya buat dengan sengaja.
Ketika kamu memulai untuk lebih banyak memilih truth, saya mulai berpikir, kenapa lapisan ini tidak dibiarkan untuk bisa diintip sedikit saja?
So truth. Or dare. Saya tidak peduli harus memilih apa. Or let's play just dare,karena siapa tau antara saya dan kamu, tidak akan pernah ada truth yg terkuak.
This is only a game, after all.

Why don't we just being teenagers? Playing truth or dare, while you're drinking too much ‎​beers, and pretend that you're drunk and tell me the truest truth, when actually you're completely sober?
Sebuah tantangan yang sejati adalah bagaimana kita bisa memenuhinya, no matter how silly or nasty it is, dan sebuah pengakuan "ya atau tidak" atas pertanyaan "truth" yang tidak berbuntut panjang.
Every probable truth validates itself with truth or lie. You know how discover which.

Hari ini, teman kita mengusulkan permainan ini lagi. Mungkin kita hanya bisa berpandangan, karena kita memiliki pengalaman buruk tentang permainan ini.
Not the game, but the moment during the game. We wished (that time) the game was longer, we could forgot what issue that we had behind the game.
Dan kali ini, kita hanya bisa sama-sama tersenyum. It's a lame game anyway, lame game yang bisa menjebak kadar kepercayaan orang, dan berubah menjadi berbahaya ketika kita terlalu sportif memainkannya.
Atau, sekalian saja, truth or truth, we know we have too much questions, and seeking too much answer.


Ingin sekali saya beberkan sebuah "truth" ketika kita memainkannya.
The truth is, I don't need to play this such of game to realized you have too much truth that you will never revealed.

No more truth or dare sooorrryy, I had fun though. Let's just play another lame game.
Spin spin spin spin the bottle!